Kaneyan adalah salah satu desa di kecamatan Tareran, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Indonesia.
| Kaneyan | |
|---|---|
| Desa | |
| Negara | |
| Provinsi | Sulawesi Utara |
| Kabupaten | Minahasa Selatan |
| Kecamatan | Tareran |
| Kodepos | 95953 |
| Luas | 738 |
| Jumlah penduduk | 1200 |
| Kepadatan | - |
Kata Kaneyan berasal dari Bahasa Tountemboan Minahasa PATANEYAN yang artinya "teringat selalu". Merupakan salah satu desa yang memiliki waruga di Kecamatan Tareran sehingga dikategorikan desa Wanua Wawointana ("Kampung Tua"). Pada masa penjajahan Belanda, Desa Kaneyan termasuk dalam wilayah Pakasaan Tombasian dan pada waktu pergolakan Permesta merupakan wilayah kantong Permesta masuk dalam WK III SWK Manembo.
Agama,Adat Istiadat, Bahasa dan Kebudayaan Desa Kaneyan yang berlaku adalah adat Minahasa Subetnis Tountemboandengan Mayoritas Agama Kristen Protestan, bahasa yang digunakan adalah bahasa Minahasa Tountemboan
Perekonomian mayoritas penduduk Desa Kaneyan bermata pencarian sebagai petani (bercocok Tanam)
Ada banyak pemahaman tentang arti "Kaneyan", diantaranya adalah: 1. Kaneyan dengan kata dasar "tak'nei, yang artinya: "ingàt". Ketika mereka tinggal di wilayah "mawale", dan akhirnya berpisah karena mencari tempat tinggal yang baru, ini merupakan ungkapan untuk tidak saling melupakan. Kepindahan mereka karena para tua tua desa menganggap daerah itu tidak cocok dijadikan tempat pemukiman. 2. Kaneyan dengan kata dasar "nene, nu-mene" yang artinya: air yang menetes (di bagian timur desa ada bagian tanah /lereng yang mengeluarkan air). Menandakan lokasi tempat tinggal. 3. Kaneyan dengan kata dasar: "tane" yang artinya: pisah. (Setelah mengalami masa sulit di pemukiman "mawale" yakni di sebelah barat desa sekarang, sekitar 3.5 km. Maka pada waktu itu para tua-tua desa memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang baru. Ada yang kembali ke desa awal yakni Pinamorongan dan ada yang memisahkan diri untuk mencari tempat yang baru, sehingga oleh warga desa yang kembali ke desa Pinamorongan menyebut mereka: se-"Tumane", yakni mereka yang sekarang dinamakan Kaneyan.
Komentar
Posting Komentar